Rabu, 09 Oktober 2019

KONSEP LAJU REAKSI 

Gbr 1. rekasi kimia dengan laju lambat
Dalam kehidupan sehari-hari tentunya kalian pernah menemui peristiwa –peristiwa berubahnya suatu materi, misalnya besi berkarat, petasan meledak maupun peristiwa terbakarnya kayu. Peristiwa berkaratnya besi merupakan contoh dari reaksi kimia yang berlangsung lambat, sedangkan peristiwa meledaknya petasan atau terbakarnya kayu merupakan contoh reaksi kimia yang berlangsung lambat.
Dalam ilmu fisika kita mengenal istilah kecepatan untuk benda-benda yang bergerak, misalnya mobil, motor atau kereta api. Menurut ilmu fisika kecepatan adalah jarak tempuh benda yang dibandingkan dengan waktu, misalnya kecepatan mobil bergerak adalah 80 km/jam , sedangkan dalam ilmu kimia yang dimaksud kecepatan atau laju bukanlah gerak dari benda, namun laju perubahan suatu zat menjadi zat lain. Cepat atau lambatnya suaru reaksi kimia berlangsung dinamakan laju reaksi.
Dengan mempelajari laju reaksi kita dapat mengetahui bahwa reaksi itu dapat berlangsung dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya saja luas permukaan. Jika kita mengetahui bahwa luas permukaan itu mempengaruhi laju reaksi, pasti kita akan memperkecil luas permukaan suatu zat sebelum mengolahnya. Beberapa contoh penerapan Laju Reaksi dalam kehidupan sehari hari :

1.            Ibu di rumah atau pedagang bubur kacang mengiris terlebih dahulu gula merah yang akan di masukan ke dalam bubur kacang.
2.            Penduduk pedesaan membelah kayu gelondongan menjadi beberapa bagian sebelum dimasukkan ke dalam tungku perapian.
3.            Penjual gado-gado, lontong, dan pecel terlebih dulu menggerus kacang goreng sebelum dicampurkan dengan bahan lain.
4.            Dalam pembuatan kertas, bahan baku pembuat kertas digerus terlebih dahulu untuk membuat bubur kertas. Agar memperluas pemukaan bidang sentuh sehingga campuran menjadi homogen danreaksi berlangsung sempurna.
5.            Bahan baku yang sering di tambang, tersedia dalam bentuk butir-butiran kasar. Untuk mempercepat pengolahan selanjutnya, butiran-butiran tersebut dihancurkan sampai halus.
6.            Dalam pembuatan roti kita bisa menambahkan ragi yang berfungsi sebagai katalis untuk mempercepat laju reaksinya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar