KONSEP LAJU REAKSI
Dalam
kehidupan sehari-hari tentunya kalian pernah menemui peristiwa –peristiwa
berubahnya suatu materi, misalnya besi berkarat, petasan meledak maupun
peristiwa terbakarnya kayu. Peristiwa berkaratnya besi merupakan contoh dari
reaksi kimia yang berlangsung lambat, sedangkan peristiwa meledaknya petasan
atau terbakarnya kayu merupakan contoh reaksi kimia yang berlangsung lambat.
Dalam
ilmu fisika kita mengenal istilah kecepatan untuk benda-benda yang bergerak,
misalnya mobil, motor atau kereta api. Menurut ilmu fisika kecepatan adalah
jarak tempuh benda yang dibandingkan dengan waktu, misalnya kecepatan mobil
bergerak adalah 80 km/jam , sedangkan dalam ilmu kimia yang dimaksud kecepatan
atau laju bukanlah gerak dari benda, namun laju perubahan suatu zat menjadi zat
lain. Cepat atau lambatnya suaru reaksi kimia berlangsung dinamakan laju reaksi.
Dengan mempelajari laju reaksi kita dapat mengetahui bahwa reaksi itu
dapat berlangsung dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya saja luas
permukaan. Jika kita mengetahui bahwa luas permukaan itu mempengaruhi laju
reaksi, pasti kita akan memperkecil luas permukaan suatu zat sebelum
mengolahnya. Beberapa
contoh penerapan Laju Reaksi dalam kehidupan sehari hari :
1.
Ibu di rumah atau pedagang
bubur kacang mengiris terlebih dahulu gula merah yang akan di masukan ke dalam
bubur kacang.
2.
Penduduk pedesaan membelah
kayu gelondongan menjadi beberapa bagian sebelum dimasukkan ke dalam tungku
perapian.
3.
Penjual gado-gado, lontong,
dan pecel terlebih dulu menggerus kacang goreng sebelum dicampurkan dengan
bahan lain.
4.
Dalam pembuatan kertas, bahan baku pembuat kertas digerus terlebih
dahulu untuk membuat bubur kertas. Agar memperluas pemukaan bidang sentuh
sehingga campuran menjadi homogen danreaksi berlangsung sempurna.
5.
Bahan baku yang sering di
tambang, tersedia dalam bentuk butir-butiran kasar. Untuk mempercepat
pengolahan selanjutnya, butiran-butiran tersebut dihancurkan sampai halus.
6.
Dalam pembuatan roti kita bisa menambahkan ragi yang berfungsi
sebagai katalis untuk mempercepat laju reaksinya.

